Selasa, 22 Mei 2012

DOA AGAR ORANG TUA BERUMUR PANJANG

Oleh:KH.Aris Ni'matullah

Umur panjanh merupakan karunia Allah SWT kepada hamba-Nya.Umur panjang yang dimaksud bukan dalam pengertian sepanjang penanggalan tetapi yang dimaksud umur panjang adalah bagaimana orang tersebut meskipun sudah meninggal tetap dikenang dan tetap bersambung antara keluarga yang meninggal dengan yang ditinggalkannya.Peran anak sholeh yang bagaimanakah yang bisa memanjangkan umur orang tua ini,berikut adalah uraian dari KH.Aris Ni'matullah yang dihimpun redaksi :

Artinya: Diriwayatkan dari pada Anas bin Malik ra : Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda : ''Barangsiapa yang menginginkan rezekinya dimudahkan dan usianya dipanjangkan maka hendaklah ia menyambung silaturahim.(HR.Bukhori,muslim,Abu Dawud Ahmad bin Hambal)

Kita wajib bersyukur kepada Allah SWT karena mengirimkan perasaan kasih sayang yang dalam terhadap anak-anak di setiap dada para orang tuanya.Demikian pula anak yang sholeh di dadanya ditanamkan Allah perasaan untuk selalu ingin berbuat terbaik bagi kedua orang tuanya baik ketika masih hidup maupun sudah meninggal.

Bermula dari keharmonisan hubungan antara orang tua dan anak ini melahirkan kebaikan sosial masyarakat.Allah dan Rasul-Nya memuji keharmonisan hubungan ini,sehingga seolah-olah surga terletak dibawah telapak kaki sang ibu.Bagaimana upaya memanjangkan umur orang tua agar terus menerus terjalin hubungan harmonis,meskipun orang tua sudah tiada.Adakah cara yang efektif untuk tetap bersilaturahim kepada mereka?

Dalam kitab Bujairimi,dan banyak kitab lain mengupasnya misalnya kitab Irsyadul Ibad diceritakan bagaimana mimpi seorang ulama yang mampu melihat orang-orang yang meninggal di alam barzah beserta suka dukanya.Dalam mimpi itu orang alim ini bertemu dengan para arwah yang telah meninggal ada yang dikenalinya ada yang tidak.Suatu ketika dalam mimpi itu bertemu dengan orang-orang yang tengah berebut makanan yang datang kepada mereka secara rutin.

Rupanya mereka sering sekali mendapat kiriman namun tidak ditujukan pada seseorang.Rupanya orang alim ini memahami bahwa kiriman itu diketahui berasal dari orang-orang yang masih hidup yang membacakan do'a untuk mulumin dan muslimat,atau membacakan ayat-ayat Al Qur'an dll.Pada salah satu tempat ada seorang laki-laki yang tenang-tenang saja tidak ikut berebutan makanan padahal yang lain saling mendahului untuk mendapatkannya.

Untuk menghilangkan rasa penasarannya,masih dalam mimpi orang alim inin mendatanginya dan bertanya :''Mengapa Bapak tidak ikut berebut makanan dengan yang lainnya,apa ada kesulitan untuk ikut serta mereka?''

Lalu si bapak ini menjawab : ''Saya tidak perlu ikut berebut makanan dengan mereka sebab anakku sudah terbiasa mengirim pahala membaca Al Qur'an secara rutin aku merasa bahagia dan merasa cukup dengan doa-doa dan bacaan Al Qur'an yang dibacakan oleh anakku,''Memangnya bapak ini siapa namanya,dan siapa nama anak bapak itu dan dimana alamatnya,jika diizinkan  saya akan mengunjunginya.''

Dengan bangga bapak itu memberi tahu alamat dan nama anaknya,benar saja,ketika sadar dari mimpinya,orang alim ini buru-buru mencari alamat anak tersebut dan anehnya,persis tepat apa yang ada dalam mimpi tersebut.

Ketika dikonfirmasi betapa kagetnya,sebab nama orang yang ditemui didalam mimpi dan ciri-cirinya persis seperti yang diceritakan anak itu,lalu ketika ditanyak benarkah suka membaca Al Qur'an dan Al Qur'an ditujukan kepada orang tuanya,si anak dengan penuh bangga membenarkannya.

KEBENARAN SEBUAH MIMPI

Dalam kitab Raudhatuln Nadziroh Ttlubul Akhiroh pada hadist no.688 dan 689 disebutkan bahwa menurut Rasulullah SAW mimpi bagi orang alim(sholeh)merupakan 1/46 sifat nubuah dan dipastikan berasal dari Allah S.W.T. Artinya merupakan sebuah keistimewaan yang diberikan Allah kepada orang alim mirip Wahyu/Mu'jizat yang diturunkan Allah kepada para Nabi dan Rasul-Nya.

Artinya : ''Dari Anas ra berkata : Rasulullah SAW bersabda : ''Mimpi baik dari seorang laki-laki yang sholeh merupakan 1/46 bagian.''

Artinya : '' Dari Abi Hurairah ra berkata : Rasulullah SAW bersabda : ''Belum cukup memiliki sifat nubuah kecuali telah memiliki mubasyirot.Para sahabat bertanya apakah Mubasyirot itu? Rasul menjawab : ''Mimpi yang baik'' (HR Bukhari).

Dalam kitab shoheh Bukhary hadist no,6469 Rasulullah SAW bersabda bahwa mimpi yang baik adalah berasal dari Allah dan mimpi yang jeek berasal dari syetan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar