Senin, 28 Mei 2012

DIMANA ''ALLAH''

Alqur'an didalam mengungkap suatu masalah yang konkrit,misalnya hukum rajam,hukum jinayat,hukum waris,hukum syariat mu'amalat,dijelaskan dengan kalimat yang bukan majaz...yaitu muhkamat artinya sudah jelas,tidak perlu ditafsirkan lagi,seperti shalatlah kamu,dan bayarlah zakat,dst...

Akan tetapi kalau sudah mencakup persoalan ghaib...tentang Allah,syurga,dan neraka...serta perasaan,maka Alqur'an menggunakan kalimat perumpamaan...metafora...yang biasa disebut mutasyabihaat...

Ada kelemahan bahasa manusia jika mengungkapkan rasa,sehingga Rasulullah ketika menjelaskan masalah surga-pun tidak menjelaskan keadaan sebenarnya...beliau hanya memberikan gambaran bahwa syurga itu indah dan nikmat,dibawahnya ada air susu dan madu mengalir,ada buah-buahan,korma,anggur dan arak...setelah itu beliau memberikan penjelasan...keadaan syurga itu tidak pernah terdengar oleh telinga...tidak bisa terbayangkan oleh pikiran...dan tidak pernah terlintas dihati.Artinya bukan seperti apa yang digambarkan oleh Rasulullah...(lihat gambaran syurga dalam surat Yaasin ayat:55-57).

Bagaimana Rasulullah akan menjelaskan sesuatu,atau keadaan yang didunia ini tidak ada.Bagaimana beliau akan memperbandingkan sesuatu yang tidak ada didunia,apa jadinya kalau syurga itu seperti apa yang telah kita bayangkan tadi...mirip dengan apa yang kita rasakan...hal ini juga terjadi kepada kita,ketika dihadapkan persoalan ungkapan rasa misalnya,hatiku telah bersemi lagi...mendidih rasa hatiku tetkala melihat orang kafir itu membantai kaum muslim Bosnia...perampok itu tergolong pembunuh berdarah dingin...dan banyak lagi ungkapan rasa yang tidak tertampung dan terwakili oleh kosa kata bahasa verbal...

Namun demikian,kita sudah memahami maksudnya tanpa harus menafsirkan kalimat tersebut,sebab kalu kita mencoba menafsirkan ungkapan itu maka akan terjadi kesalah fahaman yang pasti akan menyimpang,sehingga wajarlah Rasulullah tidak pernah menafsirkan atau memberikan keterangan hal tersebut berupa''foot note'dalam Alqur'an,sebab para sahabat sudah mengerti maksudnya tanpa harus bertanya apa maksudnya.Misalnya ada orang berkata''saya mau pergi kerumah sakit''pasti anda tidak akan mengernyitkan mata karena bingung...khan?jangan ditafsirkan dengan mengatakan''rumah ko sakit''

Begitu pula dengan keberadaan Allah bahkan wujud Allah...Allah mempergunakan kalimat mutasyabihat dalam menerangkan keadaan diri-Nya,seperti dalam firman-Nya

''...Allah adalah Cahaya langit dan bumi''(QS.An Nur:35)
''...Hai Iblis apakah yang menghalangi kamu bersujud kepada yang telah ku Ciptakan dengan kedua tangan-Ku...''(QS.AS Shaad:75).

''Maka Allah menjadikannya tujuh langit dalam dua hari...''(QS.Al Fushilat:12)
''...Allah meliputi segala sesuatu''(QS.Al Fushilat 54)

''Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari dan singgasana-Nya sebelum itu berada diatas air''(QS.Al Hud:7).

Didalam buku berguru kepada Allah pada 'Bab membuka Hijab',telah saya tulis dan jelaskan tentang pertanyaan dimana dan seperti apa Allah itu?

Firman Allah :

''Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku,maka jawablah bahwasannya Aku ini dekat...''(QS.Al Baqarah:186).

''...Dan kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya''(QS.Qaaf:16)

''...Ingatlah bahwa  sesungguhnya Dia maha meliputi segala sesuatu''(QS.Al Fushilat:54)

''...Kemanapun kamu menghadap disitulah wajah Allah...''(QS.Al Baqarah:115)

Sangatlah jelas bagi kita,bahwa ungkapan-ungkapan mutasyabihat diatas,dimengerti bukan untuk ditafsirkan,melainkan sebagai batasab fikiran melalui konsepsi manusia,bukan hal yang sebenarnya,sebab Allah tidak bisa dibandingkan dengan sesuatu(QS.AS Syura:11),bahwa Allah tidak bisa dilihat dengan mata manusia dan tidak bisa dijangkau oleh fikiran manusia akan tetapi Allah Maha Melihat segala yang kelihatan(QS.Al An'am : 102-1-3)

Seperti yang pernah saya katakan,bahwa Allah mentasybihkan dan meminjam kata-kata yang dimiliki manusia untuk memudahkan berdialog dan memberikan pengertian dalam bentuk oleh gejala-gejala lanjutannya dalam suatu rangkaian yang tak terputus,berlanjut atau kontinu kecuali itu pengertian kontinuum ruang waktu mengandung makna ruang dan waktu merupakan satu kebulatan yang tak terpisah satu sama lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar